Berita

Buletin SKDR Minggu ke-11 Tahun 2026 : Pemantauan Penyakit Potensial KLB di Wilayah Kerja Puskesmas Kratonan

Situasi Penyakit Minggu ke-11 Tahun 2026 di Wilayah Kerja Puskesmas Kratonan Masih Terkendali

Puskesmas Kratonan kembali melakukan pemantauan rutin melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) pada minggu epidemiologi ke-11 tahun 2026. Berdasarkan hasil pemantauan periode 16 hingga 21 Maret 2026, secara umum situasi penyakit di wilayah kerja Puskesmas Kratonan masih dalam kondisi terkendali.

Pada minggu ini, jumlah kunjungan masyarakat ke Puskesmas Kratonan tercatat sebanyak 696 kunjungan. Sebagian besar kunjungan berasal dari wilayah Kelurahan Danukusuman dan Kelurahan Joyotakan, yang selama ini juga menjadi wilayah dengan beban pelayanan kesehatan tertinggi.

Dari sisi pola penyakit, Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) masih menjadi kasus terbanyak dengan jumlah 130 kasus. Penyakit ini tersebar di seluruh wilayah kerja, dengan jumlah kasus yang relatif merata di Kelurahan Danukusuman dan Joyotakan. Kondisi ini menunjukkan bahwa ISPA masih menjadi penyakit yang dominan di masyarakat dan memerlukan perhatian berkelanjutan, terutama dalam upaya pencegahan penularan.

Selain ISPA, pada minggu ini juga ditemukan dua kasus diare yang terjadi di Kelurahan Kratonan dan Kelurahan Joyotakan. Jumlah ini tergolong rendah dan tidak menunjukkan adanya peningkatan kasus secara signifikan. Kasus diare yang muncul masih bersifat sporadis dan belum mengarah pada kejadian luar biasa.

Sementara itu, terdapat satu kasus suspek demam tifoid di Kelurahan Danukusuman. Meskipun jumlahnya masih terbatas, penyakit ini tetap perlu diwaspadai karena berkaitan erat dengan faktor sanitasi lingkungan dan keamanan pangan.

Jika dibandingkan dengan minggu-minggu sebelumnya, secara umum terjadi kecenderungan penurunan beberapa penyakit berbasis lingkungan seperti diare dan demam tifoid. Namun demikian, penyakit ISPA masih menunjukkan angka yang cukup tinggi dan stabil, sehingga tetap menjadi fokus utama dalam upaya pencegahan dan pengendalian penyakit.

Puskesmas Kratonan mengimbau masyarakat untuk terus menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), seperti mencuci tangan dengan sabun, menjaga kebersihan lingkungan, serta memastikan makanan dan minuman yang dikonsumsi dalam kondisi aman. Selain itu, masyarakat juga diharapkan menerapkan etika batuk dan menggunakan masker saat mengalami gejala penyakit saluran pernapasan.

Dengan keterlibatan aktif masyarakat dalam menjaga kesehatan, diharapkan situasi penyakit di wilayah kerja Puskesmas Kratonan tetap terkendali dan tidak berkembang menjadi kejadian luar biasa.

Berita Lainnya