Buletin SKDR Minggu Epidemiologi ke-31 Tahun 2025 Puskesmas Kratonan - Kota Surakarta
π° Waspadai ISPA dan Tifoid, Berikut Laporan Buletin SKDR Pekan ke-31 dari Puskesmas Kratonan
Dalam upaya menjaga kewaspadaan terhadap penyakit menular yang berpotensi menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB), Puskesmas Kratonan kembali menerbitkan laporan mingguan Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR) untuk Pekan Epidemiologi ke-31 Tahun 2025, yang berlangsung pada 28 Juliβ2 Agustus 2025.
Pada pekan ini, terdapat empat jenis penyakit yang dilaporkan dalam SKDR, yaitu ISPA, Suspek Demam Tifoid, Diare Akut, dan Pneumonia. Jumlah kunjungan pasien ke Puskesmas mencapai 1.203 kunjungan, dan pelaporan SKDR dilaksanakan dengan capaian kelengkapan dan ketepatan waktu 100%, menunjukkan komitmen surveilans yang optimal.
π Ringkasan Temuan Kasus:
π΄ ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) β 203 kasus
ISPA kembali menjadi penyakit dengan jumlah kasus tertinggi di wilayah kerja Puskesmas Kratonan. Kasus tersebar merata di tiga kelurahan utama: Danukusuman (79 kasus), Joyontakan (79 kasus), dan Kratonan (28 kasus), dengan tambahan 17 kasus dari luar wilayah. Stabilnya angka kasus ISPA dalam beberapa pekan terakhir menunjukkan masih aktifnya transmisi penyakit pernapasan di masyarakat. Edukasi mengenai etika batuk, penggunaan masker saat sakit, dan peningkatan ventilasi ruangan masih sangat diperlukan.
π Suspek Demam Tifoid β 3 kasus
Kasus tifoid dilaporkan dari Kelurahan Joyontakan. Meskipun jumlahnya menurun dibanding pekan sebelumnya, tifoid tetap menjadi perhatian karena berkaitan dengan konsumsi makanan dan minuman yang tidak higienis. Pemeriksaan sumber air, depot air isi ulang, dan jajanan anak sekolah perlu terus dipantau agar tidak menjadi sumber paparan lanjutan.
π‘ Diare Akut β 1 kasus
Satu kasus diare dilaporkan dari Danukusuman. Meski hanya satu, kasus ini tetap menjadi indikator penting terkait kondisi sanitasi dan kebersihan lingkungan. Edukasi mengenai cuci tangan pakai sabun dan penggunaan air bersih masih menjadi kunci pencegahan.
π΅ Pneumonia β 2 kasus (β οΈ 1 Alert SKDR)
Dua kasus pneumonia berasal dari Kelurahan Danukusuman dan memunculkan 1 alert SKDR, yang telah diverifikasi oleh petugas surveilans. Berdasarkan penelusuran, kedua kasus tersebut merupakan pasien lama yang datang untuk kontrol ulang, bukan kasus baru. Meskipun demikian, pneumonia tetap menjadi penyakit yang harus diwaspadai, terutama sebagai komplikasi dari ISPA pada kelompok rentan seperti balita dan lansia.
β
Rekomendasi Tindak Lanjut:
Berdasarkan analisis, Puskesmas Kratonan merekomendasikan beberapa langkah penting:
Untuk ISPA: Promosi etika batuk, penggunaan masker saat sakit, ventilasi ruangan yang baik, dan pengobatan tuntas ISPA untuk mencegah pneumonia.
Untuk Demam Tifoid: Konsumsi air matang, pengawasan depot air dan warung makan, serta edukasi jajanan sehat untuk anak sekolah.
Untuk Diare: Sosialisasi PHBS dan pengawasan sumber air bersih.
Untuk Pneumonia: Edukasi lanjutan keluarga pasien, follow-up klinis, dan deteksi dini gejala ISPA berulang.
π Kesimpulan
Laporan SKDR Pekan ke-31 menunjukkan bahwa ISPA masih mendominasi beban penyakit, sementara kasus tifoid dan pneumonia tetap menjadi fokus kewaspadaan khusus. Tidak munculnya alert dari kasus baru menunjukkan keberhasilan deteksi dan penanganan dini, namun tidak boleh membuat kita lengah. Penguatan edukasi masyarakat, PHBS, serta pemantauan ketat terhadap sumber penularan tetap harus dilaksanakan secara berkelanjutan.
π₯ Unduh Buletin SKDR Pekan ke-31 selengkapnya:
π https://bit.ly/BuletinSKDRKratonan
Mari bersama kita tingkatkan kewaspadaan dan terapkan pola hidup bersih dan sehat untuk melindungi diri, keluarga, dan lingkungan sekitar dari penyakit menular.
#SKDR #PuskesmasKratonan #BuletinKesehatan #WaspadaISPA #DemamTifoid #PHBS #SurveilansKesehatan #KratonanSehat