Berita

Buletin SKDR Minggu ke-53 Tahun 2025 Puskesmas Kratonan - Kota Surakarta

Buletin SKDR Minggu ke-53 (29 Desember 2025 – 3 Januari 2026)

Puskesmas Kratonan kembali menyampaikan hasil pemantauan rutin melalui Buletin Surveilans Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR) Minggu ke-53 Tahun 2025. Pemantauan ini bertujuan untuk mendeteksi secara dini peningkatan kasus penyakit menular yang berpotensi menimbulkan Kejadian Luar Biasa (KLB), sekaligus menjadi dasar pengambilan keputusan dalam upaya pencegahan dan pengendalian penyakit di masyarakat.

πŸ”Ž Gambaran Umum Minggu ke-53

Pada periode 29 Desember 2025 hingga 3 Januari 2026, tercatat 1.061 kunjungan pelayanan kesehatan, yang berasal dari:

Kelurahan Kratonan: 173 kunjungan

Kelurahan Danukusuman: 391 kunjungan

Kelurahan Joyontakan: 397 kunjungan

Luar wilayah kerja: 100 kunjungan

Pelaporan SKDR pada minggu ini menunjukkan kinerja optimal, dengan 100% ketepatan waktu dan kelengkapan laporan dari seluruh unit pelapor.

🚨 Situasi Penyakit Potensial KLB

Pada minggu ini terdeteksi 1 alert kasus campak, yang telah dilakukan verifikasi epidemiologi sesuai prosedur. Meskipun jumlah kasus masih terbatas, kemunculan alert ini menjadi perhatian penting karena campak merupakan penyakit yang sangat menular dan berpotensi menimbulkan KLB bila tidak dikendalikan sejak dini.

πŸ“Š Ringkasan Kasus Penyakit

Kasus yang terlaporkan selama Minggu ke-53 meliputi:

ISPA masih menjadi penyakit terbanyak dengan 136 kasus, tersebar di seluruh kelurahan wilayah kerja.

Diare akut tercatat 4 kasus, terutama di Danukusuman dan Joyontakan.

Suspek demam tifoid sebanyak 4 kasus, seluruhnya berasal dari Kelurahan Joyontakan.

Suspek dengue sebanyak 1 kasus, namun bukan domisili wilayah kerja Puskesmas Kratonan.

Kolera ditemukan 1 kasus di Danukusuman RW 6, menjadi perhatian serius meskipun jumlahnya terbatas.

Pneumonia tercatat 1 kasus namun berasal dari luar wilayah, sehingga tidak dimasukkan dalam analisis buletin.

πŸ“ˆ Perbandingan dengan Pekan 51 dan 52

Dibandingkan dua pekan sebelumnya, jumlah kasus ISPA menunjukkan tren menurun, yang kemungkinan dipengaruhi oleh perubahan cuaca serta berkurangnya aktivitas luar ruang pasca libur akhir tahun. Namun demikian, kemunculan kasus campak dan kolera menandakan masih adanya risiko penularan penyakit berbasis lingkungan dan imunitas.

πŸ“ Kesimpulan

Secara umum, situasi kesehatan masyarakat pada Minggu ke-53 berada dalam kondisi relatif terkendali, namun tetap memerlukan kewaspadaan, terutama terhadap:

Penyakit dengan potensi KLB (campak dan kolera),

Penyakit berbasis sanitasi dan lingkungan,

Penyakit pernapasan yang masih mendominasi kunjungan.

πŸ“Œ Rekomendasi Utama

Penguatan surveilans aktif dan respon cepat pada kasus campak dan kolera

Edukasi masyarakat terkait PHBS, CTPS, dan keamanan pangan

Monitoring ISPA pada kelompok rentan (balita dan lansia)

Kolaborasi lintas sektor dan kader kesehatan untuk deteksi dini berbasis komunitas

πŸ“₯ Buletin SKDR Minggu ke-53 dapat diunduh secara lengkap melalui tautan berikut:
πŸ‘‰ https://bit.ly/BuletinSKDRKratonan

Berita Lainnya